Bill by Day

Orang itu Membuatku Ketergantungan

Aku pikir selama ini yang bisa membuat ketergantungan itu cuman zat-zat adiktif seperti 𝗻𝗶𝗰𝗼𝘁𝗶𝗻𝗲 dan 𝗰𝗮𝗳𝗳𝗲𝗶𝗻𝗲. Aku tak pernah membayangkan kalau 𝘀𝗲𝘀𝗲𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 ternyata juga bisa membuatku 𝗸𝗲𝘁𝗲𝗿𝗴𝗮𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻. Dia adalah seseorang yang membawa perubahan besar dalam hidupku. Dia bukan hanya orang 𝗯𝗶𝗮𝘀𝗮; dia adalah sosok yang mengisi relung kosong dalam hidupku yang selama ini ku pikir tidak akan pernah terisi. Dari pagi hingga malam, kehadirannya seolah menjadi 𝗰𝗮𝗻𝗱𝘂 yang tak bisa kutolak. Mungkin karena dia selalu ada di saat-saat sulit, memberi semangat dan mendengarkan keluh kesahku tanpa menghakimi. Dalam sekejap, kehadirannya menjadi 𝗸𝗲𝗯𝘂𝘁𝘂𝗵𝗮𝗻, lebih dari sekadar 𝗸𝗲𝗶𝗻𝗴𝗶𝗻𝗮𝗻.

Setiap detik yang kuhabiskan bersamanya penuh dengan tawa dan canda. Kami berbicara tentang segala hal, dari mimpi masa depan hingga kejadian-kejadian bodoh di masa lalu. Rasanya seperti semua beban yang kupikul hilang begitu saja. Ada kenyamanan yang susah aku ungkapkan dengan kata-kata. Dia membuatku merasa utuh dan diterima apa adanya.

Saat dia tak ada, aku merasa sepi. Ketidak hadiran dirinya, meskipun hanja sejenak, membuat relung hatiku kosong lagi. Segala sesuatu terasa hampa dan tak berarti. Aku sering terjaga di malam hari, merindukan suaranya dan keberadaannya di dekatku. Kadang-kadang, perasaan cemas juga ikut menyelinap. Muncul pertanyaan-pertanyaan intrusif yang menghantui - 𝘚𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢? 𝘉𝘢𝘪𝘬 𝘴𝘢𝘫𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘢? 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘣𝘢𝘳?

Ketakutan terbesar dalam hidupku adalah jika dia pergi dan tak kembali. Membayangkan hari-hari tanpa dirinya membuatku 𝗻𝗴𝗲𝗿𝗶. Bagaimana jika suatu hari dia memutuskan untuk pergi dan meninggalkanku? Aku takut kehilangan sumber kekuatanku, orang yang selalu menjadi penopangku. Kehilangan dirinya akan menghancurkan semua 𝗮𝘀𝗮 dan 𝗵𝗮𝗿𝗮𝗽𝗸𝘂.

Ketergantunganku padanya mungkin tampak berlebihan bagi sebagian orang, tapi bagiku, dia adalah bagian penting dalam hidupku yang sudah tidak dapat 𝗱𝗶𝗽𝗶𝘀𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻. Aku hanya berharap, selama mungkin, dia akan tetap berada di sisiku, menjadi pelita dalam kegelapan dan penenang di tengah badai.