What If?
Ini adalah dua kata paling berbahaya di dunia menurutku. Mengapa? Karena setiap kali kita mulai berpikir dengan dua kata ini, kita seakan-akan sedang membangun ilusi bahwa kita bisa mengubah masa lalu. Padahal, kenyataannya tidak begitu.
Aku pribadi sering terjebak dalam pikiran seperti ini. 𝘼𝙣𝙙𝙖𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘱𝘶𝘵𝘶𝘴𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘦𝘥𝘢 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘪𝘵𝘶. 𝘼𝙣𝙙𝙖𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝘢𝘬𝘶 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘳𝘦𝘴𝘪𝘬𝘰. 𝘼𝙣𝙙𝙖𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘪𝘢-𝘯𝘺𝘪𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵𝘢𝘯. Semua pikiran ini hanya menjadi racun. Kita berpikir, seandainya bisa mengulang momen-momen penting, hidup mungkin akan lebih baik. Namun, kenyataannya, pikiran-pikiran semacam itu hanya membuat kita terus menerus menyalahkan diri sendiri dan terjebak dalam masa lalu yang tak mungkin diubah.
Berandai-andai soal masa lalu hanya membuat kita terhenti. Bukannya bergerak maju, kita justru terjebak dalam pusaran skenario yang tak pernah akan terjadi. Akibatnya, kita cenderung menyalahkan diri sendiri, keadaan, atau bahkan orang lain atas hal-hal yang sudah berlalu.
Yang lebih berbahaya lagi, pikiran kata 𝗪𝗵𝗮𝘁 𝗜𝗳 ini bisa membuat kita takut mengambil keputusan di masa sekarang. Kita khawatir, jika keputusan kita salah, akan ada lagi 𝗪𝗵𝗮𝘁 𝗜𝗳-𝗪𝗵𝗮𝘁 𝗜𝗳 baru yang menghantui di masa depan. Akibatnya, kita jadi ragu-ragu, menunda-nunda tindakan, dan akhirnya tak sepenuhnya menjalani hidup kita.
Itulah sebabnya, dua kata ini sangat berbahaya. 𝗪𝗵𝗮𝘁 𝗜𝗳 hanya membuat kita hidup dalam dunia khayalan, bukan di dunia nyata. Padahal, yang benar-benar bisa kita kendalikan adalah apa yang kita lakukan saat ini, bukan masa lalu yang sudah berlalu.